It's My Blog Person

RSS

PEMBAGIAN ILMU (Tugas Kuliah)




PENDAHULUAN
Dari segi zhahirnya, ilmu mengandung 3 makna berdasarkan 3 jenis ilmu. Namun pada hakikatnya ilmu tetap bersatu. Tidak seorangpun mampu memiliki semua ilmu itu, ataupun mampu mengamalkannya.
Bagian pertama, ayat “Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran” mengandung maksud ilmu Ketuhanan, pengeahuan tetntang Dzat dan tentang asal dan awal semua kejadian. Pemilik ilmu Ketuhanan sudah semestinya mengamalkan ilmu yang dimilikinya, seperti yang dilakukan oleh Nabi. Ilmu inidiberikan kepada orang yang benar dan berani, seorang pahlawan ruhani yang mempertahankan kedudukannya dan berjuang memelihara ilmu tersebut.
Jenis ilmu yang kedua adalah ilmu zhahir, yang diibaratkan sebagai tempurung yang melindungi ilmu di dalamnya (ilmu batin/keruhanian/hikmah). Orang yang memiliki ilmu zhahir akan meminta manusia berbuat kebajikan, melakukan apa saja yang diperintahkan Allah, dan meninggalkan larangan-Nya. Nabi Muhammad saw. Memuji mereka yang berbuat demikian. Orang yang berilmu biasanya berdakwah dengan lemah lembut dan sopan santun. Orang yang jahil berdakwah dengan kasar dan marah-marah.
Jenis ilmu yang ketiga ilmu tentang peraturan dan pengaturan manusia di dunia. Ia ibarat sabut yang melindungi ilmu agama, seangkan ilmu agama ibarat tempurung yang melindungi ilmu hikmah. Ilmu yang ketiga ini diperuntukkan bagi orang-orang yang membimbing manusia untuk meraih kedamaian hidup di bumi ini.


RUMUSAN MASALAH

1.      Pembagian ilmu menurut Islam yang wajib dipelajari
2.      Pembagian ilmu menuru ulama
3.      Arah pengembangan ilmu


PEMBAHASAN
PEMBAGIAN ILMU
Islam membagi ilmu yang wajib dipelajari ke dalam 2 kelompok, yaitu :
1.      Fardhu 'ain : Yaitu ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim tanpa kecuali, dimana didalamnya termasuk aqidah, ibadah, tazkiyyah-nafs, akhlaq, dan lain lain. Jika seorang muslim tidak mengetahui dan mempelajarinya maka ia berdosa. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan ilmu ini harus dimiliki oleh setiap orang agar kehidupan pribadinya selamat di dunia dan di akhirat, dan agar kehidupan bermasyarakat juga menjadi terjaga dan berjalan denganbaik.
Pada masa kini, dimana ilmu jenis ini dilalaikan oleh sebagian besar kaum muslimin, maka yang terjadi adalah kekacauan, baik dalam kehidupan individual maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terjadinya tawuran pelajar, meningkatnya kriminalitas, penyalahgunaan Narkoba, meningkatnya penderita AIDS, dan lain lain menunjukkan hal ini.
2.      Fardhu kifayah : Yaitu ilmu yang diwajibkan untuk dipelajari oleh sebagian kaum muslimin sehingga terpenuhinya kecukupan atau kebutuhan akan ilmu tersebut. Tetapi apabila kecukupan itu tidak tercapai, maka kaum muslimin menjadi berdosa semuanya. Contohnya adalah ilmu-ilmu alam, sosial, hadits, tafsir, bahasa Arab, dan lain lain. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi kebutuhan manusia, karena ilmu jenis ini tidak harus dipelajari oleh semua orang (berbeda dengan kelompok ilmu pertama diatas), melainkan Islam menghargai spesialisasi sesuai dengan disiplin ilmu yang diminati oleh masing-masing orang.
PEMBAGIAN ILMU MENURUT ULAMA
Di antara ulama ada yang membagi ilmu pada dua persoalan pokok,  Yaitu ilmu yang terpuji dan ilmu yang tercela.
Yang termasuk ilmu yang terpuji adalah: 
1. Ilmu Ushul (dasar), yaitu kitabullah, sunnah Rasulullah s.a.w, ijma umat dan perkataan para sahabat.
2. Ilmu Furu' (cabang) yaitu apa yang difahami dari dasar-dasar ini, berupa berbagai pengertian yang memberikan tanda kepada akal, sehingga akal dapat memahaminya.
3. Ilmu Pengantar, yaitu ilmu yang berfungsi sebagai alat, seperti ilmu bahu, sorof, ilmu balaghah yang fungsinya untuk memahami kitabullah dan sunnah Rasulullah.
4. Ilmu Pelengkap, seperti ilmu qira'ah, makhraj huruf, ilmu rujalul hadis dll.
Sedangkan, yang termasuk ilmu tercela adalah:
1. Ilmu yang memudhoratkan dan tidak bermanfaat, seperti ilmu sihir dan ilmu nujum (perhitungan)
2. Ilmu materialisme yang bertentangan dengan ilmu kenabian, yang kesemuanya ditujukan untuk kesombongan dan menunjukkan kekuatan.
3. Ilmu dunia yang melalaikan akhirat.
4. Ilmu yang tidak diamalkan dan disembunyikan oleh pemiliknya.
5. Ilmu yang menimbulkan perselisihan dan kedengkian dan lain-lain.

Rasulullah s.a.w bersabda: "Adapun untuk urusan kalian, maka kalian lebih mengetahui sedangkan untuk urusan dien ini, maka kembalikanlah kepadaku"

ARAH PENGEMBANGAN ILMU

Allah SWT menggariskan secara tegas tentang arah pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam, sehingga kaum muslimin dalam kegiatan belajar dan mengajar tidak boleh sama sekali keluar dari garis ini, yaitu :

1.      Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (QS. 22 : 65, 16 : 14, 14 : 32-34), bukan untuk mendapatkan pujian orang, bukan pula untuk tujuan-tujuan yang rendah seperti sekedar untuk mencari uang, popularitas, jabatan, dan sebagainya.
2.      Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah tidak menimbulkan kerusakan, baik pada diri sendiri, maupun orang lain dan alam semesta ini (QS. 7 : 56). Segala jenis ilmu yang bertujuan merusak, membahayakan dan menghancurkan sangat dilarang dalam Islam. Sehingga Nabi SAW bersabda : "Tidak boleh membahayakan orang lain dan tidak boleh pula menentang bahaya."
3.      Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah tidak ada pemisahan/sekularisasi ilmu yang bertujuan mengkotak-kotakkan antara ilmu dengan agama. Sehingga dalam Islam tidak dikenal adanya ilmu untuk ilmu, atau seni untuk seni, sehingga bebas dari aturan-aturan dan norma-norma agama. Semua ilmu, seni, politik, hukum dan semua aspek kehidupan seorang muslim tidak bisa dan tidak boleh lepas dari tatanan yang telah digariskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Kalau tidak demikian maka keislamannya dipertanyakan (QS 4 : 65).


KESIMPULAN

Dapat kami simpulkan bahwa, pembagian ilmu itu ada dua, yang pertama fardu a’in yaitu ilmu yang wajib dipelajari oleh semua ummat muslim dan yang kedua fardu kifayah yaitu ilmu yang wajib dipelajari untuk kelangsungan hidup kita di dunia.  Maka dari itu pembagian ilmu pengetahuan sangatlah penting agar kita mengetahui  bagian-bagian yang lebih penting untuk dipelajari dengan ilmu yang tidak bermanfaat, karena ilmu juga dibagi menjadi dua yaitu ilmu terpuji dan ilmu tercela.


DAFTAR PUSTAKA

Aba AbduLLAAH. Al Qur’an dan IPTEK (3) : Pembagian Ilmu yang Wajib Dipelajari. http://www.al-ikhwan.net/al-quran-dan-iptek-3-pembagian-ilmu-yang-wajib-dipelajari-14/.23/11/2005 | 20 Shawwal 1426 H |

Debu Di Kaki Musafirhttp://debudikakimusafir.blogspot.com/2010/03/pembagian-ilmu.html.Senin,1 maret 2010

Nabiel Fuad Al-Musaw.Pembagian Ilmu yang Wajib.Dipelajari.
http://arsip.kotasantri.com/mimbar.php?aksi=Detail&sid=59.com.01-03-2005

Syekh Abdul Qodir al-Jailani.http://lisarahadi.multiply.com/journal/item/30.21Desember.

dila.14 (^_^/:)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS